Sudah mulai bertumbuhan uban, pertanda udah tua. Padahal kelakuan masih berasa baru lulus kuliah mulu nih. Uban adalah rambut yang berubah
warna menjadi abu-abu kemudian
putih. Sebagai orang Indonesia asli yang memiliki
warna rambut hitam atau gelap karena memiliki kandungan kadar melanin yang lebih tinggi.Timbulnya uban biasanya terkait dengan usia dan
kemampuan tubuh untuk memproduksi melanin, sehingga biasanya uban mulai timbul
pada usia 35-40 tahun keatas. Akan tetapi uban dapat muncul pada usia lebih muda
karena adanya faktor genetis. Proses pemutihan ini terjadinya secara bertahap, dimulai dengan matinya sel-sel warna pada rambut. Penyebab matinya selo-sel ini adalah karena berkurangnya kemampuan sistem saraf kita yang berperan untuk membentuk sel-sel warna (melanin) pada rambut. Perubahan warna rambut kita itu disebabkan oleh matinya sel-sel warna yang terdapat pada akar rambut.
Agar rambut tidak cepat beruban adalah selalu menjaga kesehatan fisik sejak muda. Menjaga agar sistem saraf selalu tetap berfungsi dengan baik, dengan cara mengonsumsi vitamin B2, B6 dan B1. Kekurangan vitamin-vitamin tersebut dapat menyebabkan melemahnya sistem sarf, merusak rambut, dan menghambat proses pembentukan sel warna.
Banyak di antara kita, baik orang tua maupun
anak muda yang beruban, merasa risih bahkan kurang percaya diri karena takut
dianggap sudah tua, hingga akhirnya mencabut helai demi helai uban
tersebut tanpa memperdulikan hukumnya secara Islam maupun dampaknya secara
medis.
Menurut Islam
Syaikh
Abdul Aziz Muhammad As-Salman ketika ditanya tentang hukum
mencabut uban, beliau menjawab,
Mencabut uban hukumnya makruh
(dibenci).
Adapun dalil larangan mencabut uban adalah
sebuah hadits dari Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, bahwa Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Janganlah kalian mencabut uban
karena uban itu cahaya seorang
muslim. Tidaklah seorang muslim tumbuh ubannya
karena (memikirkan) Islam malainkan Allah tulis untuknya (dengan sebab uban
tersebut) satu kebaikan, mengangkatnya (dengan sebab uban tersebut) satu
derajat, dan menghapus darinya (dengan sebab uban tersebut) satu kesalahan”
[Ahmad II/179, 210 –dan ini lafalnya, Abu Dawud No. 4202]
Begitu pula hadits dari Ka’ab bin Murrah
Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda.
“Artinya : Barangsiapa yang tumbuh
ubannya karena (memikirkan) Islam, maka pada hari kiamat
nanti dia
akan mendapatkan cahaya.”[Tirmidzi No. 1634 –dan ini
lafalnya-, dan Nasa’i 3144 dengan tambahan lafal ‘fii sabilillah’]
Menurut Medis
dr. Tjut
Meura S. Oebit Edi, SpKJ menjelaskan bahwa,
Pada umumnya, uban memang tidak bisa
dikembalikan menjadi hitam, khususnya orangtua, kecuali pada mereka yang
menderita gangguan metabolisme. Secara medis, uban juga tidak bisa
diobati.
Sebaiknya jangan mencabut uban, karena justru
akan mengurangi jumlah helai
rambut. Akibatnya, rambut malah jadi
tipis, sementara
jumlah uban
tetap.
Menurut ahli dermatologi dari
New York, Debra Jaliman,
M.D, mengenai tanggapannya tentang uban bahwa hal ini tidak
berdampak tumbuhnya uban lebih banyak. Hanya
saja, selain akan merusak folikel dan saraf rambut,
uban juga akan terlihat lebih
outstanding karena berkurangnya jumlah rambut di
sekitarnya.
Mencabut uban merupakan
kebiasaan buruk karena bisa merusak
akar rambut, menyebabkan
infeksi atau bahkan
borok di
bekas cabutan.
Sebenarnya pada usia diatas 30 tahun,
kebanyakan orang akan mengalami kerontokan dari 80-100 helai setiap
hari. Tapi, proses pertumbuhan rambut sangat lambat, sehingga
kebanyakan menderita kebotakan.
Pustaka
- Tanya Kenapa by Abdul Syukur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar