Sabtu, 29 September 2012

Obrolan Ringan


Ditengah keramaian, ditengah hiruk pikuk orang. Tiba-tiba rasa kesepian melanda. Kesepian yang bukan karena tidak ada orang disekitar kita. Tapi karena tidak ada orang yang mengisi relung jiwa. Banyak orang yang salah mengambil jalan untuk mengatasi kesepian seperti dengan pergi klub malam, walaupun pada akhirnya ketika pesta telah usai rasa sepi akan kembali melanda.

Kenapa bisa kesepian ya??? Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengusir rasa itu , dan salah satu alternatifnya mungkin ini bisa menjadi solusinya yaitu mengulurkan tangan untuk membantu orang yang sedang kesulitan. Karena ketika kita sedang mengulurkan tangan tanpa sadar kita telah menjalin hati kita kepada orang yang sedang kita bantu dengan dawai emas yang tidak terlihat. Dawai emas nan indah ini bernama persaudaraan. Semakin banyak kita menjalin dawai semakin jauh kita dari kesepian. Karena dawai itu akan mendetingkan nada-nada indah penghibur jiwa. 

Insya Allah…

Namun masih banyak alternatif positif lain kok...

Uban Oh Uban

Sudah mulai bertumbuhan uban, pertanda udah tua. Padahal kelakuan masih berasa baru lulus kuliah mulu nih.  Uban adalah rambut yang berubah warna menjadi abu-abu kemudian putih. Sebagai orang Indonesia asli yang memiliki warna rambut hitam atau gelap karena memiliki kandungan kadar melanin yang lebih tinggi.Timbulnya uban biasanya terkait dengan usia dan kemampuan tubuh untuk memproduksi melanin, sehingga biasanya uban mulai timbul pada usia 35-40 tahun keatas. Akan tetapi uban dapat muncul pada usia lebih muda karena adanya faktor genetis. Proses pemutihan ini terjadinya secara bertahap, dimulai dengan matinya sel-sel warna pada rambut. Penyebab matinya selo-sel ini adalah karena berkurangnya kemampuan sistem saraf kita yang berperan untuk membentuk sel-sel warna (melanin) pada rambut. Perubahan warna rambut kita itu disebabkan oleh matinya sel-sel warna yang terdapat pada akar rambut.
Agar rambut tidak cepat beruban adalah selalu menjaga kesehatan fisik sejak muda. Menjaga agar sistem saraf selalu tetap berfungsi dengan baik, dengan cara mengonsumsi vitamin B2, B6 dan B1. Kekurangan vitamin-vitamin tersebut dapat menyebabkan melemahnya sistem sarf, merusak rambut, dan menghambat proses pembentukan sel warna.
Banyak di antara kita, baik orang tua maupun anak muda yang beruban, merasa risih bahkan kurang percaya diri karena takut dianggap sudah tua, hingga akhirnya  mencabut helai demi helai uban tersebut tanpa memperdulikan hukumnya secara Islam maupun dampaknya secara medis.

Menurut Islam
Syaikh Abdul Aziz Muhammad As-Salman ketika ditanya tentang hukum mencabut uban, beliau menjawab,
Mencabut uban hukumnya makruh (dibenci).
Adapun dalil larangan mencabut uban adalah sebuah hadits dari Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Janganlah kalian mencabut uban karena uban itu cahaya seorang muslim. Tidaklah seorang muslim tumbuh ubannya karena (memikirkan) Islam malainkan Allah tulis untuknya (dengan sebab uban tersebut) satu kebaikan, mengangkatnya (dengan sebab uban tersebut) satu derajat, dan menghapus darinya (dengan sebab uban tersebut) satu kesalahan” [Ahmad II/179, 210 –dan ini lafalnya, Abu Dawud No. 4202]
Begitu pula hadits dari Ka’ab bin Murrah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Barangsiapa yang tumbuh ubannya karena (memikirkan) Islam, maka pada hari kiamat nanti dia akan mendapatkan cahaya.”[Tirmidzi No. 1634 –dan ini lafalnya-, dan Nasa’i 3144 dengan tambahan lafal ‘fii sabilillah’]

Menurut Medis
dr. Tjut Meura S. Oebit Edi, SpKJ menjelaskan bahwa,
Pada umumnya, uban memang tidak bisa dikembalikan menjadi hitam, khususnya orangtua, kecuali pada mereka yang menderita gangguan metabolisme. Secara medis, uban juga tidak bisa diobati.
Sebaiknya jangan mencabut uban, karena justru akan mengurangi jumlah helai rambut. Akibatnya, rambut malah jadi tipis, sementara jumlah uban tetap.
Menurut ahli dermatologi dari New York, Debra Jaliman, M.D, mengenai tanggapannya tentang uban bahwa hal ini tidak berdampak tumbuhnya uban lebih banyak. Hanya saja, selain akan merusak folikel dan saraf rambut, uban juga akan terlihat lebih outstanding karena berkurangnya jumlah rambut di sekitarnya.
Mencabut uban merupakan kebiasaan buruk karena bisa merusak akar rambut, menyebabkan infeksi atau bahkan borok di bekas cabutan.
Sebenarnya pada usia diatas 30 tahun, kebanyakan orang akan mengalami kerontokan dari 80-100 helai setiap hari. Tapi, proses pertumbuhan rambut sangat lambat, sehingga kebanyakan menderita kebotakan.

Pustaka

Kesepian? No Way...


Ditengah keramaian, ditengah hiruk pikuk orang. Tiba-tiba rasa kesepian melanda. Kesepian yang bukan karena tidak ada orang disekitar kita. Tapi karena tidak ada orang yang mengisi relung jiwa. Banyak orang yang salah mengambil jalan untuk mengatasi kesepian seperti dengan pergi klub malam, walaupun pada akhirnya ketika pesta telah usai rasa sepi akan kembali melanda.

Kenapa bisa kesepian ya??? Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengusir rasa itu , dan salah satu alternatifnya mungkin ini bisa menjadi solusinya yaitu mengulurkan tangan untuk membantu orang yang sedang kesulitan. Karena ketika kita sedang mengulurkan tangan tanpa sadar kita telah menjalin hati kita kepada orang yang sedang kita bantu dengan dawai emas yang tidak terlihat. Dawai emas nan indah ini bernama persaudaraan. Semakin banyak kita menjalin dawai semakin jauh kita dari kesepian. Karena dawai itu akan mendetingkan nada-nada indah penghibur jiwa. 

Insya Allah…

Namun masih banyak alternatif positif lain kok...

Minggu, 23 September 2012

Kista Dermoid

Definisi
Kista adalah suatu organ yang membesar dan di dalamnya berisi cairan, seperti sebuah balon yang berisi air. Pada wanita, organ yang paling sering menjadi kista adalah indung telur. Tidak ada ketentuan apakah indung telur kiri atau kanan yang sering menjadi kista. Pada kebanyakan kasus kista justru tidak memerlukan operasi. Kista ovarium sering terjadi pada wanita dimasa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.
Kista dermoid adalah satu teratoma yang jinak di mana struktur-struktur ektodermal dengan differensiasi sempurna, seperti epitel kulit, rambut, gigi dan produk glandula sebasea berwarna putih kuning menyerupai lemak nampak lebih menonjol daripada elemen-elemen entoderm dan mesoderm.
Etiologi
Menurut etiologinya, kista ovarium dibagi menjadi dua, yaitu (Ignativicius, Bayne, 1991):
1.     Kista non neoplasma, disebabkan karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, diantaranya adalah:
·         Kista non fungsional: kista serosa inklusi, berasal dari permukaan epitelium yang berkurang di dalam kortek.
·         Kista fungsional: kista folikel, disebabkan karena folikel yang matang menjadi ruptur atau folikel yang tidak matang direabsorbsi cairan folikuler diantara siklus menstruasi. Banyak terjadi pada wanita yang menarche kurang dari 12 tahun. Kista korpus luteum, terjadi karena bertambahnya sekresi progesteron setelah ovulasi. Kista tuka lutein, disebabkan karena meningkatnya kadar HCG terdapat pada mola hidatidosa. Kista stein laventhal, disebabkan karena peningkatan kadar LH yang menyebabkan hiperstimulasi ovarium.
2.    Kista neoplasma (Wiknjosastro, et.all, 1999) Kistoma ovarii simpleks. Adalah suatu jenis kistadenoma serosum yang kehilangan epitel kelenjarnya karena tekanan cairan dalam kista. Kistadenoma ovarii musinosum, asal kista ini belum pasti, mungkin berasal dari suatu teratoma yang pertumbuhannya satu elemen mengalahkan elemen yang lain. Kistadenoma ovarii serosum. Berasal dari epitel permukaan ovarium (germinal ovarium). Kista endometroid. Belum diketahui penyebabnya dan tidak ada hubungannya dengan endometrioid. Kista dermoid. Tumor berasal dari sel telur melalui proses patogenesis

Ciri-ciri
Tidak ada ciri-ciri yang khas pada kista dermoid. Dinding kista kelihatan putih keabu-abuan, dan agak tipis. Konsistensi tumor sebagian kistik kenyal, dibagian lain padat. Sepintas lalu terlihat seperti kista berongga satu, tetapi bila dibelah, biasanya nampak satu kista besar dengan ruangan kecil-kecil dalam dindingnya. Pada umunya terdapat satu daerah pada dinding bagian dalam, yang menonjol dan padat. Tumor mengandung elemen-elemen ektodermal, mesodermal, dan entodermal. Maka  dapat ditemukan kulit, rambut, kelenjar sebase, gigi, tulang rawan, serat otot jaringan ikat, dan mukosa traktus gastrointestinal, epitel saluran pernapasan, dan jaringan tiroid. Bahan yang terdapat dalam rongga kista ialah produk dari kelenjar sebasea berupa massa lembek sperti lemak, bercampur dengan rambut. Pada kista dermoid dapat terjadi torsi tangkai dengan gejala nyeri mendadak di perut bagian bawah. Ada kemungkinan pula terjadinya sobekan dinding kista dengan akibat pengeluaran isi kista dalam rongga peritoneum.

Etiologi (Penyebab)
Kista ovarium disebabkan oleh gangguan (pembentukan) hormon pada hipotalamus, hipofisis, dan ovarium. Oleh sel telur melalui proses patologis.

Peran Indung Telur
Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut juga follicle. Setiap bulan follicle tersebut membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur yang matang. Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, follicle akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. Jikalau ada gangguan proses siklus ini maka akan terjadi apa yang disebutkista.

Jenis Kista
Ada 4 macam kista indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.
Kista Dermoid.
Kista ini terjadi karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah. Bentuk cairan ini seperti mentega, kandunganya tidak hanya cairan tapi juga partikel lain seperti rambut, gigi, tulang atau sisa-sisa kulit. Asal tahu saja kista ini merupakan bawaan sejak lahir dan bisa dialami pria dan wanita. Seperti kista mosinosum juga sama dengan kista dermoid memerlukan hati-hati pada ibu hamil karena bila meletus akan mengakibatkan cairan lengket isi cairannya seperti rambut, gigi atau tulang bisa masuk perut akan mengakibatkan dan menimbulkan sakit luar biasa.

Gejala-gejala
Pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan. Tetapi, kista bisa berbahaya mana kala sudah berukuran besar. Lebih diperjelas lagi, kista merupakan neoplasma atau pertumbuhan sel baru yang liar. Kista bisa dikatakan berisiko jika neoplasmanya ganas dan bisa mengakibatkan kanker ovarium. Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tetapi ada pula kista yang berkembang menjadi besar dan menimpulkan nyeri yang tajam. Pemastian penyakit tidak  bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis, radang panggul, kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium. Meski demikian, penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh Anda untuk mengetahui gejala mana yang serius..

Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis kista ovarium antara lain:
1. Sering tanpa gejala.
2. Nyeri saat menstruasi.
3. Nyeri di perut bagian bawah.
4. Nyeri pada saat berhubungan badan.
5. Nyeri pada punggung terkadang menjalar sampai ke kaki.
6. Terkadang disertai nyeri saat buang air kecil dan/atau buang air besar.
7. Siklus menstruasi tidak teratur; bisa juga jumlah darah yang keluar banyak.
Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera: nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba, nyeri bersamaan dengan demam rasa ingin muntah.

Adapun manifestasi klinis kanker ovarium antara lain:
1. Perubahan menstruasi.
2. Rasa sakit atau sensasi nyeri saat bersenggama (dyspareunia).
3. Gangguan pencernaan yang menetap, seperti: kembung, mual.
4. Perubahan kebiasaan buang air besar, contoh: sukar buang air besar (= sembelit,  konstipasi, obstipasi)
5. Perubahan berkemih, misalnya: sering kencing.
6. Perut membesar, salah satu cirinya adalah celana terasa sesak.
7. Kehilangan selera makan atau rasa cepat kenyang (perut terasa penuh).
8. Rasa mudah capek atau rasa selalu kurang tenaga.
9. Rasa nyeri pada (tulang) punggung bawah (Low back pain).

Meskipun kista tidak mengganggu kesuburan, dianjurkan untuk selalu melakukan deteksi dini berupa pemeriksaan ultrasonografi (USG). Karena, ada kemungkinan kista tersebut neoplasma ganas dan bisa mengakibatkan kanker ovarium. Seperti diketahui, kanker ovarium merupakan kanker nomor tiga penyebab wanita dengan kista di rahimnya tetap bisa hamil. Lagi pula organ ovarium itu ada sepasang,  jika salah satunya terganggu dan tidak berfungsi, masih ada satu lagi sehingga kehamilan masih dapat terjadi. Kista berukuran besar dapat mengganggu kehamilan, bukan kesuburan kaum wanita. Kista yang memiliki diameter lebih dari 5 cm dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat. Bila hal itu terjadi, dapat menjadi nekrotik dan bisa mengakibatkan emboli hingga kematian. Itulah sebabnya kista berukuran besar harus diangkat agar tidak mengganggu dan dapat didiagnosis secara petologi. Dengan diagnosis dapat diketahui apakah kista itu jinak atau ganas.
Potensi kista dermoid menjadi ganas relatif kecil, cuma sekitar 1-3%.  Penyakit yang mengganggu kesuburan dan sering disalah artikan sebagai kista adalah endometriosis. Endometriosis memang ada yang berbentuk kista, karena itu sering disebut kista. Padahal, kista merupakan neoplasma, sementara endometriosis berupa kelenjar dinding rahim yang abnormal dan tumbuh di luar rahim. Biasanya penyakit endometriosis bisa mempengaruhi kesuburan dan dapat memicu terbentuknya kista di indung telur. Jika terjadi kanker ovarium, ada kemungkinan organ reproduksi seperti indung telur atau rahim harus dibuang sehingga penderita tidak bisa hamil.

Diagnosa Pemeriksaan Penunjang
1. Laparaskopi. Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atau tidak, dan untuk menentukan silat-sifat tumor itu.
2. Ultrasonografi. Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor apakah tumor berasal dari uterus, ovarium, atau kandung kencing, apakah tumor kistik atau solid, dan dapatkah dibedakan pulaa ntara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak.
3. Foto Rontgen. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks. Selanjutnya, pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat gigi dalam tumor. Penggunaan foto rontgen pada pictogram intravena dan pemasukan bubur barium dalam colon disebut di atas.
4. Parasentesis. Telah disebut bahwa fungsi pada asites berguna menentukan sebab asites. Perlu diingatkan bahwa tindakan tersebut dapat mencemarkan cavum peritonei dengan kista bila dinding kista tertusuk.(Wiknjosastro, et.all, 1999) 
5. Kolposkopi screening, dan pemeriksaan darah (tumor marker atau petanda tumor). 
6. MRI dan CT Scan bisa dipertimbangkan tetapi tidak sering dilakukan karena pertimbangan biaya. 

Pemeriksaan Laboratorium 
Di dalam praktek, jika diperlukan dokter kandungan akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan sekret (yang meliputi: Trichomonas, Candida/jamur, bakteri batang, bakteri kokus,epitel, lekosit, eritrosit, epitel, dan pH) dan hematologi, misalnya: Hb (Hemoglobin).

Komplikasi
Beberapa ahli mencurigai kista ovarium bertanggung jawab atas terjadinya kanker ovarium pada wanita diatas 40 tahun. Mekanisme terjadinya kanker masih belum jelas namun dianjurkan pada wanita yang berusia diatas 40 tahun untuk melakukan skrining atau deteksi dini terhadapkemungkinan terjadinya kanker ovarium. Faktor resiko lain yang dicurigai adalah penggunaan kontrasepsi oral terutama yang berfungsi menekan terjadinya ovulasi. Maka dari itu bila seorang wanita usia subur menggunakan metode konstrasepsi ini dan kemudian mengalami keluhan pada siklus menstruasi, lebih baik segera melakukan pemeriksaan lengkap atas kemungkinan terjadinya kanker ovarium.

Terapi:
1. Metode Laparoskopi
Terapi bedah atau operasi merupakan tindakan yang dilakukan pada pasien apabila kista tidak menghilang, memiliki ukuran besar, menimbulkan keluhan- keluhan seperti rasa nyeri perut, nyeri haid atau gangguan siklus dan infertilitas. Dibandingkan dengan metode konvensional, dimana pasien dibedah dengan sayatan yang lebar di sekitar perut untuk pengangkatan kista, metode laparoskopi merupakan metode terkini (Gold Standard) dalam dunia kedokteran. Laparoskopi merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang yang lain untuk peralatan bedah yang lain. Teknik ini disebut juga teknik operasi minimal invansif (Minimal Invansive Surgery). Namun, teknik ini tetap memiliki resiko bagi pasien, terutama karena saat melakukan operasi tersebut, dokter yang menangani memerlukan ruang dalam rongga perut sehingga memerlukan gas karbondioksida (CO2) untuk mengembangkan rongga perut, antara lain risiko yang dapat terjadi jika gas bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam pembuluh darah.
2. Kista Tidak Harus Selalu Dioperasi
Seorang ibu yang pernah mempunyai kista berukuran 65 x 60 mm, dan disarankan oleh dokter untuk mengangkat kistanya melalui prosedur operasi, setelah menggunakan Hydroxygen Plus selama 3 minggu ternyata kistanya telah menghilang. Ini adalah berita gembira karena dia tidak harus operasi untuk membuang kistanya. Pada kasus lainnya, kista berukuran 4,2 cm menghilang dalam waktu 12 hari setelah menggunakan Hydroxygen Plus. Beberapa wanita yang mengalami nasib sama juga mengungkapkan kegembiraannya setelah mengetahui kistanya hilang.
·         Hydroxygen Plus adalah produk terapi oksigen unik yang akan menyuplai tubuh anda dengan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk membersihkan tubuh anda dari sampah dan racun. Ketiadaan oksigen di sel kita melemahkan sistem kekebalan tubuh, memungkinkan infeksi olehvirus, kerusakan sel, pertumbuhan bakteri, penuaan dini, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Tanpa pasokan oksigen yang cukup ke dalam darah, memungkinkan sel-sel yang rusak untuk memperbanyak diri dan terus bertumbuh dalam tubuh kita karena sel-sel kita kekurangan oksigen. Jika sel-sel tubuh kita kaya oksigen, sel-sel yang telah bermutasi akan sulit untuk  berkembang. Hydroxygen Plus juga telah dilengkapi dengan enzim-enzim, asam amino, tracemineral, dan probiotik agent.
3. Tindakan operasi 
Pada tumor ovarium neoplastik yang tidak ganas ialah pengangkatan tumor dengan mengadakan reseksi pada bagian ovarium yang mengandung tumor. Akan tetapi jika tumornya besar atau ada komplikasi, perlu dilakukan pengangkatan ovarium, bisanya disertai dengan pengangkatan tuba (zalpingo-oovorektomi) (Wiknjosastro, et.all, 1999). Asuhan post operatif merupakan hal yang berat karena keadaan yangmencakup keputusan untuk melakukan operasi, seperti hemorargi atau infeksi. Pengkajian dilakukan untuk mengetahui tanda-tanda vital, asupan dan keluaran, rasa sakit dan insisi. Terapi intravena, antibiotik dan analgesik biasanya diresepkan. Intervensi mencakup tindakan pemberiaan rasa aman, perhatian terhadap eliminasi, penurunan rasa sakit dan pemenuhan kebutuhan emosional Ibu (Hlamylton, 1995).
·      ·       
           Tindakan antisipasi
·         Jika anda mempunyai kista yang berukuran kecil, anda perlu melakukan observasi, terutama jika anda sudah memasuki usia pramenopause. Anda perlu melakukan pemeriksaan USG berikutnya setelah 1 bulan, meskipun sebagian besar kista telah menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Untuk wanita yang telah melewati masa menopause juga perlu memeriksa kadar protein CA-125. Bagaimanapun, hal ini tergantung dari berbagai faktor seperti ukuran kista dan bagaimana kista berubah sepanjang waktu. Follow up diperlukan dalam jangka waktu 4 bulan setelah kista menghilang. Pada kasus kista yang berukuran besar, dimana perut tampak seperti orang hamil, atau muncul gejala-gejala seperti yang disebutkan diatas, kemungkinan kista perlu diangkat melalui prosedur laparatomi. Kadang kala dokter tetap menganjurkan untuk mengangkat kista meskipun anda tidak merasakan gejala, hal ini berguna untuk menurunkan risiko kista berubah menjadi ganas. Kista yang berukuran tidak terlalu besar bisa diangkat dengan menggunakan laparoskopi, yaitu suatu tehnik pembedahan dimana ahli bedah membuat 2 buah robekan kecil di perut bagian bawah dan dengan bantuan laparoscope (mikroskop berbentuk tabung yang dimasukkan ke  dalam robekan untuk melihat organ internal), ahli bedah membuat lubang kecil pada kista untuk mengeringkan cairan di dalamnya.
  Daftar Literaturnya nanti menyusul ya...